Tingkatkan Skill PMI, BP2MI Mataram Kerjasama dengan Tiga PT

 Tingkatkan Skill PMI, BP2MI Mataram Kerjasama dengan Tiga PT

Masih banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang bekerja ke luar negeri secara tidak prosedur dan masih didominasi oleh pekerja low skills, khususnya pekerja ladang dan domestik worker. Mereka dominan bekerja di Malaysia, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Singapura, Hongkong, dan Taiwan.

Kepala UPT BP2MI Mataram, Abri Danar Prabawa di Stones Hotel saat acara Rakornis BP2MI mengatakan, rata-rata penempatan PMI sebelum masa pandemi per tahun sebanyak 20 ribu hingga 30 ribu PMI.

Baca Juga :  Permintaan Batubara Masih Prospektif ke Depan

Abri Danar Prabawa menekankan pihaknya tidak main-main meningkatkan kualitas SDM PMI asal Mataram, NTB. Hal ini antara lain dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan 3 perguruan tinggi setempat, yakni Universitas Mataram, Universitas Teknologi Sumbawa, dan Universitas Islam Mataram

“Ini salah satu upaya meningkatkan kapasitas dan kemampuan PMI asal NTB. Lindungi PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki,” tegasnya.

Komitmen ini berbuah penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia, H. Tjahjo Kumolo.

Baca Juga :  Harga Pertamax Naik Karena Termasuk Jenis Non Subsidi, Ini Penjelasannya

“Kami UPT BP2MI Mataram, NTB mendapatkan penghargaan WBK. Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah predikat yang diberikan kepada satker yang memenuhi sebagian besar program Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Pengawasan dan Penguatan Akuntabilitas Kinerja,” ucap Abri.tta