18/04/2024

Libur Lebaran, RSUP Sanglah Tidak Tutup

 Libur Lebaran, RSUP Sanglah Tidak Tutup

Denpasar – Hari Raya Idul Fitri dua hari lagi. Banyak kantor – kantor pemerintahan dan swasta tutup. Tidak demikian dengan RSUP Sanglah. Meskipun kantor RSUP Sanglah tutup dari tanggal 12 – 16 Mei 2021, dan masuk kembali tanggal 17 Mei, namun layanan medis RSUP Sanglah tetap buka.

 

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUP Sanglah Dr.dr. Ketut Ariawati, Sp.A (K), Selasa (11/5) mengatakan, RSUP Sanglah sebagai RS rujukan Indonesia Timur tidak boleh libur karena orang sakit membutuhkan pertolongan dan layanan medis.

 

Pelayanan medis yang diberikan dibagi dua yaitu pelayanan medis terkait Covid-19 dan pelayanan medis non Covid. Pelayanan medis Covid-19 dibagi dua yaitu rawat jalan dan rawat inap.

 

Baca Juga :  Pemancing Ditemukan Tewas Setelah Tiga Hari Hilang di Benoa 

 

 

“Yang merasa diri kena Covid-19, silakan melakukan pengobatan  di posko covid di belakang, buka dari 7.30 – 19.30. Ada dokter jaga dan perawat disana. Bila butuh swab dilakukan di tempat itu juga,” ujarnya.

 

 

Sedangkan pasien Covid yang merupakan rujukan membutuhkan rawat inap, Kemenkes sudah melaunching layanan sistem rujukan terpadu (sisrute), RS seluruh Bali akan mengirimkan pasien melalui Sisrute. Jika terbukti Covid-19, tidak dibawa ke UGD, namun akan langsung dibawa ambulans menuju ruang perawatan pasien Covid-19.

 

Baca Juga :  Petugas Pintu Dam di Denpasar Terseret Arus Sungai 

 

Namun demikian, ada pasien yang tidak tahu dirinya Covid-19 sehingga pada saat ke RSUP Sanglah langsung ke UGD dan dilayani oleh dokter umum. Dokter umum akan melakukan skrining terlebih dulu. Jika skrining mengarah ke Covid-19, maka pasien akan dikrim ke posko Covid-19 untuk dievaluasi dan di-swab jika diperlukan. Namun jika dalam skrining, tidak ditemukan ke arah Covid-19, maka akan dilayani seperti biasa.

 

 

Sedangkan pada pasien non Covid-19, ketika ada kegawatdaruratan dipersilakan datang ke UGD. Ada 5 dokter spesialis dasar yang berjaga di UGD. Evaluasi pertama akan dilakukan oleh dokter umum, selanjutnya akan dilayani sesuai sakitnya.

 

Sementara layanan poliklinik tutup, baik pol reguler maupun Wing Amerta. Pada pasien yang membutuhkan obat seperti Tuberkulosis (TB), maka dapat mengambil obat di puskesmas terdekat karena diakui RSUP Sanglah telah bekerjasama dengan puskesmas.

 

 

Pada pasien Hemodialisis (HD) yang sudah memiliki jadwal HD dipersilakan datang sesuai jadwal. Bahkan layanan ini dikatakan buka dari 7.30. Petugas jaga sudah memiliki jadwal piket untuk melayani pasien HD ini. Pelayanan yang lain seperti kemoterapi akan dilayani untuk rawat inap, sedangkan kemoterapi rawat jalan tutup.

 

Pelayanan gizi yang ada di RS akan dilayani gizinya pada pasien Rawat Inap. Oleh karena itu, pegawai sudah ada jadwal jaga dari tanggal 12 – 16 Mei.

 

 

“Terkait ketersediaan obat, terutama untuk Covid-19, kami RS rujukan vertikal Kemenkes, ada target – target obat yang harus disediakan. Beberapa obat memang dipatok Kemenkes harus disiapkan dalam jangka waktu ada yang 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan. Yanh jelas obat untuk pelayanan di atas 2 minggu semua disiapkan untuk Covid-19 dan non Covid-19,” bebernya.

 

Mengingat pasien Covid-19 membutuhkan banyak oksigen, RSUP Sanglah pun telah menyiapkan stok yang cukup. “Kami sudah menyiapakan dari perhitungan oksigen sampai Juni dan setelah Juni kami melakukan  pengadaan lagi,” imbuhnya.

 

Ia mengimbau masyarakat yang hendak berobat agar jangan ragu datang ke RSUP Sanglah. Ariawati juga berharap setelah Idul Fotri  ada keajaiban jumlah pasien Covid-19 menurun, ruangan Covid-19 tidak penuh meskipun saat ini ruangan masih tersedia.

 

“Mohon taati aturan prokes, cuci tangan, jangan lepas masker, jaga jarak. Meski sulit tapi agar tetap dilaksanakan, sehingga bisa menjaga antara satu sama lain,” sarannya.tta