6 Penyebab Perut Buncit dan Solusinya

 6 Penyebab Perut Buncit dan Solusinya

ilustrasi perut buncit/ist

Kesel kan kalau perut kamu buncit? Tidak hanya, tidak enak dipandang, tapi juga bikin kesulitan berjalan bahkan bernafas. Sebelum kamu memutuskan perut buncitmu mau diapakan, lebih baik simak 6 faktor penyebab perut buncit kamu.

 

Dokter Sungadi Santoso atau dr. Sung dikutip dari chanel youtubenya SB30 Health mengungkapkan, salah satu penyebab perut buncit adalah timbunan lemak. Lemak dalam tubuh dibagi dua yaitu lemak subkutan yaitu lemak yang berada di bawah kulit yaitu di bawah kulit perut dan lemak visceral, lemak di dalam perut atau di dalam rongga antara organ.

 

Baca Juga :  Jennifer Coppen Dianiaya Pria di Kuta Utara

Antara lemak subkutan dan lemak visceral, secara medis lemak subkutan tidak berbahaya. Hanya saja secara estetik, tidak enak dipandang. “Jadi kalau anda buka baju, akan terlihat punggung belakang bergelambir,” ujarnya.

 

Sedangkan lemak visceral berada di dalam tubuh di dalam rongga perut. Adanya lemak ini merupakan indikator jika seseorang harus melakukan diet dan kurangi lemak. Untuk mengetahui kadar lemak visceral, biasanya di tempat kebugaran banyak sekali alat yang sudah canggih untuk mengukur kadar lemak visceral, hanya dengan cara memegang alat tersebut.

Baca Juga :  Diputus Pacar, Iswaldy Hantam Kepala Sendiri Pakai Batu Hingga Pingsan 

Faktor – faktor yang menyebabkan penumpukan lemak di perut :

  • Cadangan energy yang tidak digunakan atau tersimpan lama. Belum tentu kita makan lemak akan menimbulkan lemak. Padahal ia sudah mengurangi gorengan, santan, dan tidak makan makanan berlemak lainnya. Tapi kenapa perutmu tetap buncit? Kalau sudah seperti itu coba perhatikan makananmu. Jadi bukan sekedar lemak saja.

 

Kelebihan kalori dalam bentuk apapun, termasuk, lemak, protein, karbohidrat, kelebihannya akan disimpan dalam tubuh dalam bentuk cadangan energy dalam bentuk lemak. Jadi cadangan energy ini disimpan dalam bentuk lemak. Biasanya akan disimpan di perut, paha, dan setiap orang berbeda dan dapat dipengaruhi faktor genetik.

 

Ada yang disimpan di perut dulu, kemudian di lengan, di bokong, di paha, di pipi. Siapa kalau naik berat badan, yang duluan terlihat adalah pipi? Tapia da juga yang terlihat duluan berubah di perutnya. Setiap orang akan berbeda – beda jika berat badannya naik.

 

Jadi yang pertama harus dilakukan adalah mengontol kalori yang masuk. Jadi kamu harus cek berapa kalori harian yang kamu butuhkan. Jika bisa, sesuaikan kebutuhan kalorimu dengan asupan kalorimu, karena jika berlebihan, dalam jangka panjang akhirnya cadangan energi tersebut disimpan dalam bentuk lemak.

 

  • Faktor usia. Fakto usia tidak bisa diubah dan setiap orang usianya pasti akan bertambah. Semakin bertambahnya usia, maka fungsi organ tubuh dan organ pencernaan akan semakin melambat dan menurun. Kondisi ini akan memudahkan terjadi penumpukan lemak, apalagi aktivitasmu pun ikut berkurang.
  • Kurangnya olahraga. Olahraga yang paling bagus untuk menurunkan berat badan atau menurunkan perut yang buncit adalah yang dilakukan secara konsisten, bukan sebulan sekali atau lagi mood. Ups!
  • Faktor berikutnya adalah mereka mereka yang kebanyakan mengonsumsi karbohidrat simple misalnya, nasi, mie, roti, tepung – tepungan. Ketika kamu mengonsumsi karbohidrat simpleks dalam jumlah besar dan terus menerus, akan mengakibatkan lonjakan kadar insulin atau kadar level insulinnya naik. Jika ini terjadi terus menerus, juga akan mempercepat penimbunan lemak di perutmu.
  • Faktor berikutnya adalah stress, karena stress mempengaruhi hormone, terutama hormone kortisol.

Faktor penyebab perut buncit yang kedua yaitu perut terisi penuh. Kondisi ini bervariasi, termasuk minum air putih terlalu banyak. Tapi perut buncit ini bukan buncit karena lemak, tapi karena terisi penuh. Usus yang ada di lambung memiliki rongga. Jika sudah terisi makanan atau air akan membesar, akhirnya otomatis perut kita pun akan ikut membesar.

 

Pertanyaan yang kerap muncul adalah, sudah diet eat clean artinya tanpa gorengan tanpa makanan junk food, tapi perut saya kok masih buncit? Iyalah, buncit ! Buncit karena terisi makanan. Tapi ketika keesokan hari kamu sudah selesai BAB, atau baru bangun tidur BAB,  biasanya perutmu akan kembali rata karena saat buncit semalam bukan terisi lemak.

 

“Jadi mereka yang eat clean justru porsi makan mereka akan besar. Contohnya, kamu membutuhkan 1.000 kalori. Antara makanan junk food dan makanan yang bersih tanpa gorengan, porsi makanan kamu akan lebih banyak dari makanan junk food. Jadi wajar kalau perutmu juga ikut membesar tapi bukan berarti terisi oleh lemak,” jelas dr. Sung.

 

Penyebab perut buncit yang ketiga adalah lactose intoleran atau alergi susu. Biasanya orang yang setelah minum susu sapi, perutnya akan kembung, begah kemudian ada beberapa orang sampai diare. Kondisi ini juga dapat membuat perutmu menjadi buncit.

 

Penyebab perut buncit keempat adalah menyimpan kotoran di dalam perut terlalu lama atau disebut sembelit. Kamukah salah satu yang susah BAB? Susah BAB hingga menyebabkan penumpukan kotoran di perut akan membuat perut kamu buncit.

 

Solusinya adalah kamu harus perbanyak serat dan air dan dibantu dengan olahraga.  Olahraga akan memperlancar buang air besarmu. “Jadi jangan terlalu lama disimpan dalam perut, nanti bakterinya akan berkembang biak dan dapat menyebabkan penyakit,” ungkapnya.

 

Penyebab kelima adalah urine resisten yaitu kondisi yang mana cairan urine di dalam kandung kemih tidak bisa keluar. Perut akan menjadi besar dan keras, karena cairan di kandung kemih tidak bisa keluar. Kondisi ini membuat seseorang harus dipasang kateter. Jika mengalami hal seperti ini, kamu sebaiknya ke rumah sakit.

 

Penyebab perut buncit yang keenam adalah masalah postur tubuh. Ada yang postur tubuh kyphosis, lordosis, dan scoliosis. Jadi kemungkinan besar pada bagian tulang yang lordosis, tulang bagian belakang terutama di level perut itu akan condong ke depan, seolah – olah perut menjadi buncit. Solusinya, segera konsultasi ke dokter orthopedic atau dokter spesialis tulang.tta