20/02/2024

IAKMI Pengda Bali Gelar Workshop— “District Planing and Budgeting for Rabies Free Bali”

 IAKMI Pengda Bali Gelar Workshop—  “District Planing and Budgeting for Rabies Free Bali”

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengda Bali menyelenggarakan workshop district planing and budgeting for rabies free Bali di Grand Inna Kuta Hotel selama dua hari dari tanggal 10-11 April 2023.

Ketua IAKMI Pengda Bali Ni Made Dian Kurnia Sari, Senin (10/4/2023) usai membuka acara mengatakan, rabies masih menjadi zoonosis. Apalagi terjadi peningkatan kasus sejak 2022. Jika tidak ditangani maka dapat mengancam pariwisata.

Baca Juga :  Dinyatakan Aman, OJK KR 8 Gercep Percepat Vaksinasi Anak

IAKMI Pengda Bali mendukung pemerintah menangani rabies dengan pendekatan One Health. Kegiatan ini merupakan kerjasama berbagai pihak untuk dukung optimalisasi percepatan penanganan rabies. Bentuk dukungan IAKMI yaitu, capa itu building, KIE, dan advokasi.

“Kegiatan hari ini untuk mengidentifikasi masalah, menentukan tujuan stai taget, pali menentukan strateg, membuat rencana kegiatan supaya upaya ini bisa sustainable. Dari kegiatan ini diharapkan dapat bahan masukan bagi Pemprov Bali dan nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Pecandu Narkoba di Bali Tidak Akan Diproses Hukum Jika...

Sekda Bali Dewa Made Indra mengatakan, belakangan rabies kembali mengalami dinamika bahkan angka kasusnya sempat tinggi namun dengan kerjasama stakeholder, dapat ditangani. Bali daerah pariwisata sehingg ancaman zoonosis harus ditangani dengan baik agar tidak merusak  citra pariwisata Bali.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Nurul Hadi Ristiantri mengatakan, penganggaran untuk rabies di masing – masing kabupaten/kota tergantung kemampuan namun Provinsi memang menganggarkan tapi tidak banyak.

Penganggaran digunakan untuk vaksinasi, BOP rabies. Vaksinasi diprioritaskan pada desa desa prioritas yang berstatus zona merah seperti di Jembrana terdapat dua kasus kematian akibat rabies.