Tips Bermain Layangan yang Aman dan Nyaman

 Tips Bermain Layangan yang Aman dan Nyaman

layang – layang tersangkut di jaringan PLN/Iist

“Bapak – bapak, ibu -ibu, diharapkan mengawasi anak – anaknya bermain layanan, karena bermain layangan sembarangan apalagi dekat dengan jaringan listrik sangat membahayakan.”

 

Bulan Juni hingga Agustus memang menjadi masa yang  menyenangkan untuk bermain layangan. Bagaimana tidak, di musim ini angin berhembus cukup kencang, membuat anak – anak hingga orang dewasa tergiur bermain layangan. Memamerkan hasil karya pribadi berupa layangan hias ataupun mengadu kemampuan dengan mengadu layangan satu dengan yang lain menjadi pemandangan yang umum di pulau dewata ini.

Baca Juga :  Jendral Golose Lepas Deputi Pencegahan BNN di Pulau Bali

Bermain layangan memang dapat melepas penat. Selain jenis layangan yang menjadi faktor penentu kegembiraan, lokasi yang layak dan tepat juga harus menjadi pertimbangan. Manager Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya, Sabtu (14/8/21) mengatakan, bermain layanan yang enak dan nyaman yaitu di lapangan yang luas atau di tepi pantai agar dapat sepuasnya bermain menerbangkan layang – layang.

“Kalau di pantai kan luas, berpasir. Jadi ketika sibuk menarik dan mengulur layangan, tidak akan membahayakan kalau jatuh. Di lapangan luas, juga sekaligus bisa berolahraga sambil bermain layangan,” ungkap Arya.

Tak jarang yang tak ingin pergi jauh dari rumah masing – masing, mencari titik tertinggi dari rumah untuk menerbangkan layang – layang. Padahal rumah penduduk sangatlah dekat dengan jaringan – jaringan listrik milik PLN.” Ini amatlah berbahaya, dan mengancam keselamatan warga. Ancaman terkena aliran listrik melalui benang layang – layang memiliki risiko tinggi dan mengancam nyawa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Peduli Pertanian Organik, PLN Salurkan Bantuan _Smart Farming_ ke Kelompok Petani Cabai Klungkung

Selain itu, jika layang – layang yang dimainkan menimpa jaringan listrik, dapat menyebabkan gangguan padam listrik, hal ini dapat merugikan banyak pihak. Dirinya menyebutkan PLN telah menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk dapat bermain layang – layang secara aman jauh dari jaringan listrik.

“Tim kami berkeliling untuk menyebarkan informasi, serta mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya tokoh masyarakat dan pemuka agama untuk membantu misi kami mengedukasi masyarakat, semakin peduli dalam bermain layangan yang aman serta jauh dari jaringan listrik,” jelas Arya.

Cara ini menurutnya sangat efektif, terbukti pendekatan informatif ini mampu menekan angka gangguan listrik akibat layang – layang hingga 61% jika dibandingkan dengan tahun 2020.

“Tentu tidak hanya sosialisasi, di sisi teknis kamipun tetap melakukan patrol rutin dan memetakan lokasi – lokasi yang rawan terhadap gangguan layang – layang. Dr hasil pemetaan tadi kami merekonduktoring beberapa Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) kami yang di anggap rawan dengan penggantian jaringan yang sebelumnya berjejer 3 di atas menjadi kabel terpilin sehingga menjadi lebih kuat terhadap gangguan layangan karena memiliki kemampuan isolasi atau ketahanan terhadap gangguan dari luar yang lebih baik,” jelas Arya.

Untuk itu pihaknya juga selalu mengingatkan masyarakat untuk proaktif melaporkan jika menemukan layang – layang yang tersangkut di jaringan PLN. Pelaporan dapat dilakukan melalui aplikasi New PLN Mobile atau melalui contact center PLN 123.tta