Ingin Mengunjungi Dapur Tradisional Bali? Kunjungi Desa Wisata Majalangu

 Ingin Mengunjungi Dapur Tradisional Bali? Kunjungi Desa Wisata Majalangu

Menyusuri jogging track dari Desa Budaya Kertalangu hingga sampai ke Pura Kahyangan Bajing, lalu menyusuri sungai kecil, kamu akan melihat pemandangan taman nan asri. Dari arah susur sungai itu memang terlihat seperti taman kecil yang biasa, namun ketika memasuki pintu pagar kayu, kamu akan disambut bangunan semi permanen yang estetis sebagai pintu masuk menuju Desa Wisata Kertalangu.

Kamu akan menjumpai paon atau dapur tradisional Bali lengkap dengan sumur dan peralatan memasak masyarakat Bali. Melihat tempat ini, seperti bernostalgia ke jaman Bali dulu. Merindukan jaman itu? Kamu bisa datang ke Desa Wisata Majalangu.

Baca Juga :  Garuda Indonesia Perkuat Fokus Safety Berbasis Tata Kelola Kesehatan Penerbangan

Di sebelah paon, kamu akan menemukan rumah bibit yang ditumbuhi banyak tanaman untuk keperluan dapur. Di depan paon, kamu akan menemukan kandang siap, kelinci, kambing, sapi. Tidak hanya itu, miniatur sawah juga menjadi penguat suasana Bali jaman dulu. Pengunjung akan diperkenalkan cara membajak sawah dan aktivitas masyarakat Bali sehari – hari.

Suasana Bali jaman dulu berupaya dihidupkan kembali di Desa Wisata Majalangu. Desa Wisata Majalangu ingin memperkenalkan kesan yang alami, kelestarian lingkungan di tengah kota, dan satu – satunya kawasan wisata agro dengan konsep edukasi.

Baca Juga :  Archipelago Food Festival dengan tema Pesona Nusantara Akan Digelar di Quest San Hotel, Denpasar

Desa wisata yang berada di subak Padang Galak itu dikelilingi persawahan dengan track. Sehingga selain mempermudah petani mengangkut hasil sawah dan membawa pupuk, bibit, dan bahan bahan pertanian lain, penduduk sekitar juga kerap memanfaatkan untuk jogging.