Gula yang Tak Lagi Manis

 Gula yang Tak Lagi Manis

Laju pengangguran di Bali tak terbendung. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan, angka pengangguran di Bali mencapai 5,63 persen pada Agustus 2020, meningkat signifikan dibandingkan Agustus 2019, yang saat itu hanya 1,57 persen.

Peningkatan pengangguran ini membuktikan bahwa Bali yang sebelumnya manis dirasakan sehingga banyak orang mengadu nasib ke Bali, kini menjadi tempat yang getir. Jangankan untuk menampung tenaga kerja dari luar Bali, tenaga kerja di Bali sendiri tidak terserap.

Baca Juga :  Wisman Ikut Rayakan HUT RI ke-77 di The Alantara Sanur Resort

Miris, nasib pulau Dewata ini. Saat banyak turis datang ke Bali, disitulah Bali dieksploitasi. Namun ketika tak ada satupun wisatawan yang datang, Bali hanya menjadi tempat membuang sampah. Bahkan ketika orang banyak datang pun, mereka enggan mengurusi soal lingkungan dan keberlanjutan penduduk setempat. Mereka tetap membangun, berinvestasi dan menunggu keuntungan.

Kini, pulau kecil ini ditinggalkan dan berusaha bangkit dengan tanah beton yang tertanam. Pohon dan sawah hilang, sumber kehidupan penduduk setempat. Penduduk yang terlena dengan kehidupan pelayanan jasa wisata ini, pun meringis menahan lapar.

Mereka ingin kembali menggapai umbi dan buah, namun yang ada hanya tanah kering, batu terasso, dan gumpalan semen di setiap jengkal pulau ini.

Di satu sisi bahan untuk makan saja tidak mampu dipenuhi, di sisi lain malah ingin membangun ekonomi Bali. Rasanya suatu hal yang muluk – muluk, jika ekonomi Bali bisa bangkit jika rasa lapar penduduknya saja tak mampu diobati.

Baca Juga :  Masa Pandemi, Masih Ada yang Pinjam kredit

Ekonomi Bali diproyeksi tumbuh 4,5 persen hingga 5,5 persen tahun 2021. Mungkin saja proyeksi itu bisa tercapai. Namun sangat disangsikan, jika penduduknya juga akan mampu tumbuh setinggi itu.

Terang saja, proyeksi itu akan bisa tercapai.  Bali di balik angka itu toh memperbandingkan kondisi Bali yang buruk tahun 2020 dengan kondisi Bali yang mulai bangkit tahun 2021. Tapi mungkinkah penduduk dan alam Bali juga bisa tumbuh setinggi itu, setelah mengalami kelaparan panjang hingga lebih dari 9 bulan?

Bali kini menjadi gula yang tak lagi manis.tta