23/05/2024

Gaji UMR Engga Cukup Buat Bayar Ini Itu? Simak Caranya !

 Gaji UMR Engga Cukup Buat Bayar Ini Itu? Simak Caranya !

keluarga harmonis/ist

Kamu masih terima gaji UMR? Pastinya mepet banget ya untuk beli ini itu. Mau ambil kredit mobil, eh gaji bulanan engga cukup cicilan untuk nutup cicilan bulanannya. Mau beli baju baru buat keluarga, bayar sekolah anak, makan sehari – hari, benzin, listrik, gas, kuota duuh.. engga cukup. Lalu gimana dong caranya mengelol gaji UMR supaya cukup untuk semua pos – pos pengeluaran itu?

Founder ibupintar.indonesia Kadek Ayu Windasari menuturkan, pertama – tama kita bagi dulu pos pengeluaran kita ke dalam tiga golongan yaitu 50% dari gaji untuk living atau untuk pengeluaran sehari – hari, 20% untuk saving dan hanya 30% dari gaji kamu yang boleh kamu gunakan untuk ambil cicilan atau berhutang.

Baca Juga :  Uang Belanja Pas - pasan? Simak Tips Hemat Belanja Dapur

Terkadang setiap bulan anggaran ini berubah ubah sesuai dengan keinginan tapi lebih baik konsisten menjalankannya. Evaluasi keuangan kamu setiap bulan dan lebih baiknya lagi memisahkan penyimpanan uang sesuai dengan postnya.

Pertama yang harus kamu lakukan adalah jumlahkan semua pemasukan bulanan, baik itu gaji tetap ataupun hasil usaha sampingan.

Kedua, lokasikan 20% untuk saving meliputi: tabungan wajib, dana pendidikan anak  agar saat anak mulai sekolah atau masuk tahun ajaran baru, kamu sudah siap dengan berbagai kebutuhan anak dan uang pangkal sekolah.

Ketiga, siapkan dana darurat karena ini penting banget. Jika sudah berkeluarga, idealnya siapkan dana darurat 12 kali pengeluaran bulanan. Seperti saat pandemi ini pasti banyak penghasilan masyarakat yang berkurang bahkan tidak ada penghasilan. Sehingga ketika mendadak ada keluarga yang sakit, dana darurat bisa digunakan.

Baca Juga :  Turunkan Emisi Karbon, Pertamina Gandeng Perusahaan Multinasional

Keempat siapkan dana wisata. Dana wisata juga penting jika telah  memiliki keluarga. Sisihkanlah anggaran untuk rekreasi agar hidup kami tetap bahagia tanpa mengganggu pos uang lainnya. Semua dana – dana di atas untuk saving alias tabungan ya mom.

Selanjutnya 30% budget untuk hutang. Kamu bisa pergunakan untuk membayar cicilan KPR , kartu kredit dll. Pastikan itu tidak lebih dari 30% ya. Jika tidak punya cicilan uang bisa dialihkan untuk melengkapi dana darurat atau tabungan pensiun.

Untuk kebutuhan sehari hari, kita alokasikan 50%. Seperti biasa bisa bagi pengeluaran ini menjadi:

1. Belanja bulanan. Untuk kebutuhan yang bisa distok sebulan seperti sabun, detergen, minyak, susu dll.

2. Belanja mingguan meliputi, bahan lauk pauk yang akan dimasak selama seminggu akan tetap segar. Biasakan untuk membuat meal plan sebelum belanja mingguan. Agar semua bahan yang dibeli sesuai dengan rencana menu selama seminggu. Pastikan juga gizinya seimbang, karena gizi seimbang penting sekali untuk orang tersayang dirumah.

3. Uang saku harian. Ya.. sesekali anak  ingin belanja ke minimarket atau jajan martabak di sore hari silahkan saja. Jadi alokasikan uang saku ini untuk masing – masing anggota keluarga misalnya uang saku ayah, ibu, dan anak.

4. Jangan lupa kebutuhan – kebutuhan seperti pembayaran listrik, BPJS Kesehatan atau iuran – iuran perumahan masuk ke dalam 50% living ini ya mom..

Walaupun tidak langsung bisa di lakukan semua, setidaknya kita punya acuan ke arah lebih baik, karena keluarga yang sehat, bahagia dan sejahtera butuh strategi. Jadi jangan pernah berhenti belajar. Yukkk pantengin selalu instagram @ibupintar.indonesia.