Berikut Usulan Agung Mia di Y7 Sebagai Track Ketahanan Demokrasi

 Berikut Usulan Agung Mia di Y7 Sebagai Track Ketahanan Demokrasi

Agung Mia sebagai salah satu perwakilan dari Indonesia dengan posisi dalam track Resilience of Democracies mengusulkan:

a. pentingnya pendidikan inklusif dan partisipasi aktif pemuda yang beririsan dengan demokrasi.

b. perlunya perbaikan infrastruktur digital, peningkatan materi literasi digital dan critical thinking dalam proses pendidikan

Baca Juga :  Bank Mandiri Vaksin 700 Orang Hari Ini

c. penguatan partisipasi dan suara pemuda dalam demokrasi seperti contohnya dalam proses pembuatan kebijakan dan kolaborasi melalui praktik nyata pada bidang kewirausahaan, kesempatan magang, serta peluang pertukaran pemuda internasional

Dalam mengusulkan tersebut, terlihat tantangan selama negosiasi nyata saat menyeimbangkan keinginan negara maju yang cukup ambisius dengan kapasitas negara berkembang. Hal ini untuk membangun semangat kemitraan internasional “Stronger Together” dengan menghadirkan negara berkembang dalam proses pembuatan kebijakan, mengingat prioritas kebijakan G7 Jerman sejalan dengan tema Presidensi G20 Indonesia “Recover Together, Recover Stronger.”

Baca Juga :  KNPI Denpasar Gelar Musda

Negosiasi para pemuda menghasilkan Y7 Communiqué yang telah disepakati seluruh delegasi dan diserahkan langsung kepada Kanselir Jerman Olaf Scholz untuk ditindaklanjuti bersama dengan para pemimpin negara-negara G7.

Pertemuan Y7 Berlin 2022 ini juga menjadi sejarah baru bagi Y20 Indonesia karena pertama kalinya Y20 Indonesia (non-member Y7) mampu bersinergi dan bekerjasama dengan Presidensi Y7 Jerman 2022. Hal ini juga terefleksi di dalam kerjasama mutual Presidensi G7 Jerman dengan G20 Indonesia.

Pasca pelaksanaan Y7 Summit, delegasi Indonesia bersama dengan delegasi negara-negara lainnya berkomitmen melaksanakan post-summit advocacy dalam berbagai kegiatan untuk menyuarakan aspirasi pemuda.