23/05/2024

Anniversary Pramana Experience ke-10, Memperkuat Konsep Tri Hita Karana dalam Manajemennya

 Anniversary Pramana Experience ke-10, Memperkuat Konsep Tri Hita Karana dalam Manajemennya

Pramana Experience merayakan anniversary yang ke-10 pada Senin (24/4/2023) di Dome Garden Cafe. Pada perayaan tersebut dihadiri oleh keluarga besar Pramana Experience dari 60-an properti di Indonesia dan Kamboja.

CEO Pramana Experience I Nyoman Sudirga Yusa menuturkan perjalanan Pramana selama 10 tahun dimulai hanya dengan 2 orang karyawan, dan saat ini telah berkembang mencapai 900an karyawan. Bisnis yang dimulai dengan modal dari nol tersebut kini telah berkembang pesat dengan memanage puluhan properti di Indonesia dan Kamboja.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Kerja di Pariwisata- Nengah Suweca Semakin Matang Jadi Enterpreneur

“Setelah pembukaan properti baru yaitu Pramana Natura Nusa Penida belum lama ini, di tahun ini Pramana juga akan membuka properti di Jakarta,” ujarnya.

Inovasi dalam pengembangan bisnis mutlak dilakukan, namun menurutnya dalam bisnis yang bergerak di bidang jasa, SDM adalah kunci utama. Maka dari itu pengembangan dan pembinaan SDM harus dilakukan. Pembinaan SDM dilakukan sekaligus memajukan SDM lokal Bali yang mana Pramana ini menunjukkan pada wisatawan pelayanan dan keramahtamahan SDM lokal Bali.

Baca Juga :  Menginap di Sudut Desa Kemenuh

Menurutnya hal itulah yang akan membedakan Pramana dengan manajemen hotel yang lain. Selain SDM, dari awal Pramana berdiri dengan nama Kapu telah mengusung konsep Sustainable Tourism. Mulai dari penggunaan dan bahan untuk properti agar ramah lingkungan, hingga mengikuti dinamika pariwisata dalam konteks kekinian namun tetap berbasis budaya Bali.

COO Pramana Experience I Wayan Leon Suarsa mengatakan, sustainable Tourism pada konsep masyarakat Bali disebut Tri Hita Karana, membina hubungan baik dengan Tuhan, sesama manusia dan alam. Membina hubungan baik antara manusia dengan manusia dengan pengembangan dan pembinaan SDM di Pramana. Upaya inilah sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan manusia Bali agar lebih kompetitif.

Sementara membina hubungan yang baik dengan alam diwujudkan dengan penggunaan bahan bahan ramah lingkungan, pengelolaan limbah dengan menggunakan Eco enzim, dan cara cara pengelolaan pariwisata lain yang lebih ramah terhadap lingkungan. Sedangkan membina hubungan baik antara manusia dengan Tuhan yaitu mengagendakan program ber-Yadnya dan sembahyang bersama dan menguatkan Sradha dengan perayaan hari raya bersama.