Sesimpel Itu Vaksin Ala Cici Panda

 Sesimpel Itu Vaksin Ala Cici Panda

Cici Panda usai divaksinasi di RSUP Sanglah/ist

Vaksin saat ini bukan hal yang merepotkan lagi. Pasalnya, vaksin bisa dilakukan dimana saja, tidak peril lagi sesuai domisili kamu. Bahkan antara vaksin pertama dan kedua boleh beda tempat. Seperti cerita Cici Panda, publik figur yang ditemui saat vaksin di RSUP Sanglah.

Cici memilih RSUP Sanglah untuk tempat karena cerita dari temannya yang vaksin di RSUP Sanglah. “Dari review IG storynya, bagus, tertib, teratur karena tidak berkerumun dan pendaftaran secara online,” tuturnya, Kamis (8/7).

Baca Juga :  Kongres Berkebaya Nasional "Pengukuhan Kebaya Sebagai Jati Diri Bangsa"

Cerita temannya yang lain juga sama, merasa nyaman untuk melakukan vaksinasi di RSUP Sanglah. Memang antrean tak dapat dielakkan, namun telah diatur sesuai dengan antrean saat daftar online, sehingga tidak berkerumun.

“Akhirnya aku berburu online tapi slot selalu penuh buk…” candanya. Sampai akhirnya ia dikasih tahu temannya cara agar dapat slot vaksin. Ia menyadari antusias masyarakat yang tinggi untuk vaksin membuat antrean selalu habis, karena RSUP Sanglah hanya menyediakan 300 antrean per hari untuk menghindari kerumunan.

Cici Panda saat diskrining di RSUP Sanglah/ist

“Akhirnya aku dikasih tahu triknya, jam 12 malam teng sudah mulai buka pendaftaran online. Akhirnya aku dapat slot ama suamiku. Akhirnya aku daftar, sesimpel itu, yang penting siapin saja nomor KTP-nya,masukin data – data. Udah deh, dapat nomor antrean, tinggal datang sesuai keterangan saat akhir pendaftaran. Sesimple itu,” bebernya.

Baca Juga :  Gerakkan Ekonomi, Pengusaha Tetap Buka Bisnisnya

Sesampainya di lantai 3 Wing Amertha RSUP Sanglah, tempat vaksinasi, ia merasa aman karena meskipun ramai tapi tetap bisa menjaga jarak. “Karena kalau menghindari engga ramai itu engga mungkin, karena semakin kesini, masyarakat semakin sadar bahwa vaksinasi itu penting,” ungkapnya.

Cici juga merasa skema dan system vaksinasi di RSUP Sanglah rapi, seperti ada both registrasi, skrining atau pemeriksaan, vaksinasi, dan pembagian kartu vaksin. “Pokoknya semua alurnya jelas. Saya sebagai orang yang agak paranoid, sebenarnya aman disini,” tuturnya.

Selama 15 menit antrean vaksin, Cici akhirnya divaksin. Taka da efek samping yang dirasakan. “Sampai saat ini aku baik – baik aja ya…, semoga baik – baik saja dan terlindungi dari virus – virus jahat ini. Eh.. tapi jangan lupa, habis divaksin, tetap protocol kesehatan.

Ia berpesan bagi masyarakat yang belum divaksin, segera vaksin. Meski ia memiliki penyakit bawaan, namun setelah konsultasi ke dokter, ia percaya, maka dari itu ia berbondong – bondong datang untuk vaksinasi. “Makanya aku datang vaksin kesini sekarang karena ini bentuk tanggung jawab aku sebagai warga negara dan juga salah satu bentuk upaya menjaga diriku dan keluargaku , jadi jangan jangan takut vaksin,” cetusnya.tta