20/02/2024

PT LAT Catat Rekor MURI— Sebagai Perusahaan Tekstil Pertama yang Mengusung Konsep Ramah Lingkungan

 PT LAT Catat Rekor MURI—  Sebagai Perusahaan Tekstil Pertama yang Mengusung Konsep Ramah Lingkungan

Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan memberikan penghargaan pada PT Labda Anugerah Tekstil (LAT) pada Senin (19/12/2022) di Pabrik PT LAT. Penghargaan diberikan karena PT LAT merupakan perusahaan tekstil pertama digital printing yang menerapkan konsep ramah lingkungan pada aktivitas produksinya.

Manajer Senior MURI Awan Rahargo mengatakan, MURI sebagai lembaga pencatat rekor nasional menganugerahkan PT LAT sebagai sebuah pencapaian prestasi karya dan karsa superlative dengan kriteria yang pertama, dimana PT LAT sebuah perusahaan tekstil yang mengusung konsep ramah lingkungan.

Baca Juga :  PLN Dukung Komunitas Motor Listrik Kampanyekan Energi Bersih

“Ini bagian dari visi misi program pemerintah yang sejatinya ke depannya berharap industri tekstil ke depannya bisa mengusung konsep go green atau ramah lingkungan dan hari ini PT LAB telah mampu mempelopori sebuah pencapaian sebagai bagian yang pertama sebagai perusahaan digital printing pertama yang mengusung konsep go green,” ujarnya.

Direktur Utama PT Labda Anugerah Tekstil Yusak Samadji didampingi Direktur Operasional Wijaya menjelaskan, PT LAB mulai berdiri Februari 2020. Hal yang diperhatikan pertama kali ketika mendirikan adalah menyangkut dunia tekstil secara keseluruhan yang secara concern dan fokus ramah lingkungan, belum ditemukan.

Baca Juga :  Tertarik berbisnis ramah lingkungan? Ecoprint bisa menjadi pilihanmu, berikut langkah - langkahnya

“Makanya kami mendirikan PT LAB dengan konsep kreatif, inovatif, berkomitmen dan konsisten ke arah ramah lingkungan seperti hari ini Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan MURI memberikan penghargaan dan pengukuhan. Harapannya dari benih, tunas kecil ini, kami bukan perusahaan besar yang mendapat dukungan secara penuh, mampu memberikan pencerahan industri tekstil, Indonesia bangkit bersama. Bukan menghasilkan produk bagus tapi proses juga baik, bukan hanya profit tapi juga kelangsungan bumi juga menjadi kewajiban kita bersama,” paparnya.

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Provinsi Asosiasi Pertekstilan Indonesia DKI Jakarta Baari La Inggi mengatakan, memang produk ramah lingkungan saat ini menjadi upaya yang terus dilakukan industri tekstil karena saat ini terjadi pergeseran di bidang pertekstilan yang mana sebelumnya industri tekstil rentan terhadap pencemaran lingkungan, kini mengarah ke produk ramah lingkungan.

API dengan pemerintah berupaya mendorong industri menciptakan produksi tekstil yang tidak merusak bumi. “Kami senang dengan prestasi PT LAT karena proses  mereka dan produk yang dihasilkan sudah mencapai sesuai harapan,” ujarnya.

Harapannya, dengan produk ramah lingkungan, Indonesia bisa menjadi salah satu pusat atau center produksi tekstil dunia karena ramah lingkungan. “Ini wacana yang terus dikembangkan, yang akan menggantikan proses produksi tekstil yang konvensional, yang dikenal sebagai pencemar lingkungan bertransformasi ke ramah lingkungan,” ujarnya.