Kasihan, Pedagang Sate Babi Ini Dikomplain

 Kasihan, Pedagang Sate Babi Ini Dikomplain

Badung – Pedagang sate babi yang satu ini sempat dikomplain customer lantaran sambalnya yang tidak enak. Hal ini pasti pernah dialami pedagang lain.

 

Tidak hanya sambal, lauk, nasi, sayuran, lauk pendamping juga kerap dikomplain customer. Eitss.. bukan pedagang namanya, kalau dikomplain segitu aja nyerah. Demikian dialami Jack salah satu pemilik 87 Grilled House, Dewa Danu, saat ditemui sore di awal Mei.

 

 

Ia tengah mengibas – ngibaskan kipas satenya penuh tenaga. Sambil bercengkerama dengan kami, ia menuturkan perihal keluhan pelanggan di awal ia memulai usahanya. Berbekal keluhan itu, ia akhirnya membuat sambal yang kini menjadi ciri khas sate babinya.

Baca Juga :  PLN Dukung Komunitas Motor Listrik Kampanyekan Energi Bersih

Ia menawarkan menu spesial Gerang Asem dan sate babi sambal Awag. Kedua menu ini paling sering diburu oleh pecinta kuliner bahkan kerap pelanggannya rela datang dari wilayah yang jauh hanya untuk menikmati menunya. “Ada salah satu pelanggan yang sengaja datang dari Gianyar hanya untuk menikmati menu kami,” tuturnya.


Pada dasarnya, bahan dasar dari kedua menu itu biasa saja, yakni daging babi dan basa genep untuk bahan dasar sate babinya dan ayam, labu serta bumbu rajang untuk bahan  baku gerang asem.

Baca Juga :  Isu SARA Promo Miras, Hilda Alamsyah: Minta Pahami Batas Etik dalam Marketing Communication

Namun yang membedakan adalah sambal pendampingnya yang ia sebut sebagai sambal awag. Menurut Jack yang juga sekaligus sebagai pencetus sambal awag, sambal awag diciptakan karena saat ia membuat sambal dengan serius, justru pelanggannya komplain. Namun ketika sambal yang dibuat asal – asalan (awag) justru mendapat respon yang bagus dari customernya.

“Karena ketika saya membuat dengan serius justru pelanggan saya komplin. Kok rasanya engga enak. Dari sanalah inspirasi nama sambal ini,” kata Jack didampingi Dewa Danu yang juga pemilik dari warung itu.

Gerang asem dan sate babi, menu 87 Grilled House/ist

Satu porsi menu sate babi dibandrol seharga Rp 20 ribu dan gerang asem Rp 15 ribu. Tergolong murah jika di bandingkan dengan menu sejenis di tempat lain.

 

Selain sate babi dan gerang asem, tempat ini juga menyediakan menu lainnya seperti sate ayam, crispy pork belly, ayam bakar dan tersedia juga menu magibung dengan isi sate babi atau ayam, sambal awag, tipat atau lontong. Tempat ini buka dari 15.00 wita hingga habis. Terletak di Jalan Melasti, Legian (area Pasar Seni Legian, seberang Kimia Farma).tta