20/07/2024

Dukung Rekomendasi Kebijakan Berbasis Nilai, Hari Pertama V20 2022 Summit Hadirkan Beragam Dialog dan Aktivitas Outdoor

 Dukung Rekomendasi Kebijakan Berbasis Nilai, Hari Pertama V20 2022 Summit Hadirkan Beragam Dialog dan Aktivitas Outdoor

Values20 (V20) resmi membuka Pertemuan Puncak atau V20 Summit 2022 hari ini di Green School, Ubud, Bali. Dengan tema “Values at the Center”, pada tahun ini, V20 menggunakan lensa keberlanjutan sebagai kerangka utama untuk menjawab isu-isu prioritas G20 2022, yaitu Arsitektur Kesehatan Global, Transformasi Digital, dan Transisi Energi Berkelanjutan.

Sejalan dengan tema Presidensi G20 Indonesia, “Recover Together, Recover Stronger”, V20 berupaya menumbuhkan pengetahuan tentang nilai-nilai dalam kebijakan publik melalui solusi kebijakan berbasis data dan berpusat pada manusia yang berkontribusi untuk mengatasi tantangan global.

Baca Juga :  EVDS, Fitur Baru PLN Mobile untuk Layani Pengguna Kendaraan Listrik

Pada hari pertama V20 Summit 2022, acara dimulai dengan berbagai dialog dan aktivitas fisik terkait gaya hidup sehat, seni, dan transformasi berkelanjutan yang dipandu oleh beberapa narasumber dan fasilitator ahli di bidangnya, seperti Cassandra Lee (Delegasi V20 2022, Founder Connecting Mind Body/COMB, Singapura), Tita Djumaryo (Founder Yayasan Ganara Mariberbagi Seni, Indonesia), Anas Aljuraifani (Direktur Corporate Communications, Sustainability and Strategic Partnership Alturki Holding), Dennis Walker (Compass Education, Amerika Serikat), dan Anak Agung Istri Yuri Pratista Savitri (Kalbe – KJSA – Kalbe Junior Scientist Award, Indonesia).

Co-Sherpa V20 2022 Prof. Dr. Makarim Wibisono menyampaikan dalam sambutan pembukaannya, “Keberagaman budaya dan perbedaan yang hadir telah menjadi pemersatu kita dalam menghadapi berbagai situasi yang muncul dalam kehidupan. Kami berharap V20 dapat membantu masyarakat dengan bergotong-royong dan berdasarkan nilai, menghadirkan solusi untuk masa transisi dan isu global,” ujarnya.

Baca Juga :  Petugas Sampah Ditangkap, Curi Scoopy Perawat di Kuta

Lebih jauh, Alissa Wahid yang menjadi duetnya sebagai Co-Sherpa V20 2022 menambahkan, “V20 2022 Summit menyediakan wadah untuk para pembicara, narasumber, seluruh pihak yang terlibat untuk menampilkan hasil karya mereka serta nilai-nilai yang mereka pegang teguh dalam proses pembuatannya. Saat ini, berefleksi pada nilai yang kita pegang telah menjadi sesuatu yang sangat penting, terutama dengan tantangan global yang kita hadapi. Bersama-sama, kami ingin kembali mengembangkan solusi berbasis nilai dalam menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan,” ujarnya.

V20 berkomitmen untuk berpartisipasi dalam menghadirkan solusi berbasis nilai untuk isu-isu yang dibawa oleh Presidensi G20 2022. Cakupan G20 telah meluas dari awalnya sangat terfokus pada stabilitas dan pertumbuhan keuangan, dan mengakui perlunya tata kelola yang baik di seluruh negara anggota yang beragam.

V20 melihat peluang ke depan bagi G20 untuk memimpin jalan yang benar-benar berbasis pada nilai untuk dampak global. Nilai-nilai telah menyatukan berbagai latar belakang dan isu tiap negara yang berbeda dan membuat hubungan antar-negara semakin kuat untuk kepentingan seluruh masyarakat.

Komitmen V20 untuk menjadi dasar solusi untuk permasalahan global tersebut juga disampaikan oleh Dr. (HC). Ir. H. Suharso Monoarfa, M.A. selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS Republik Indonesia dan Dr. Edi Prio Pambudi, S.E., MA selaku Co-Sherpa G20 Indonesia, Deputy for International Economic Cooperation Coordination, Indonesia yang diwakilkan oleh Ferry Ardiyanto selaku Deputy Multilateral/Sous Sherpa G20 Assistant, serta Arsjad Rasjid selaku Chairman of Indonesian Chamber of Commerce and Industry.

Lebih jauh, pendalaman fungsi fundamental nilai sebagai basis solusi juga dibahas lebih jauh dalam sesi World Values Forum: “VALUES AT THE CENTER” yang mengundang beberapa pembicara, yaitu Kartika Wirjoatmodjo, S.E., M.B.A (Wakil Menteri II, Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia), Dimah Al-Sheikh (Founder V20, Director Community Engagement, Global Affair & Research of The Prince Mohammed Bin Salman bin Abdulaziz (MiSK) Foundation, Arab Saudi), Sukidi Mulyadi, Ph.D. (Expert Committee BPIP – Pancasila Ideology Development Agency, Indonesia), Anggoro Eko Cahyo (Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Republik Indonesia), Shiv Vikram Khemka (Co-Founder V20, Executive Chairman The Global Education and Leadership Foundation, India), Rudolph Lohmeyer (Co-Founder V20, Partner Kearney, Uni Emirat Arab), dan difasilitasi oleh Dr. Mandeep Rai (Co-Founder V20, Penulis Values Compass, 2021 Thinkers50, Inggris).

Pembahasan ini turut disampaikan oleh para narasumber, panelis, dan fasilitator V20 2022 dalam diskusi panel VALUES Steering Committee. Para pembicara tersebut diantaranya adalah Pamela Doherty (Co-Founder V20, V20 2022 Values Steering Committee Lead, CEO Axia Origin, Inggris), Dr. Ghazi Binzagr (Founder V20, Founder, Anggota The Shura Council, Kerajaan Arab Saudi, Founder, Owner dan Chairman Wisaal Development Center, Arab Saudi), Dr. Iwan Syahril (Direktur Jenderal Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi / Chair EdWG 2022, Indonesia), Dr. Saad AlKhalaf (Founding Partner & Vice President Arrowad Group, Arab Saudi).

Dalam kerjasama multilateral, terdapat berbagai bentuk yang memiliki dasar berbeda-beda. V20 menegaskan bahwa disini kehadiran nilai menjadi penting untuk membawa tingkat kerjasama yang berbeda. “Mengaktifkan nilai-nilai kita masing-masing membantu kita berfokus pada kolaborasi untuk menciptakan solusi baru dan lebih baik untuk tantangan kita yang paling mendesak,” ujar Co-Founder V20 Pamela Doherty.

Pembahasan Komunike V20 akan memiliki empat perspektif utama, yakni Nature, Economy, Well-being, dan Society. Di hari pertama V20 2022 Summit, Nature menjadi bahasan perspektif pertama yang dihadirkan dalam bentuk Inspiring Talk serta Task Force Panel Discussion. Kedua dialog ini dihadiri oleh para narasumber, fasilitator, dan panelis yang cakap di bidangnya, yaitu:

1. Melati Wijsen, Founder YOUTHTOPIA dan ByeByePlasticBags, Indonesia

2. Tri Mumpuni, Anggota Badan Riset dan Inovasi Nasional Steering Committee, Indonesia

3. Dr. Krzysztof Dembek, Co-Founder V20, Profesor & Peneliti di Swinburne University of Technology, Impact Strategist, Australia.

4. Dr. Shaibal Roy, V20 Co-Founder, Managing Director and Founder of Axia Origin, United Kingdom

5. Henry Thomas Simarmata, Task Force Leader V20 2022, Driyarkara Working Task Force (KERAD) & Apintlaw Associated Program for International Law, Indonesia

6. Mashael Alzaid, Delegasi V20 2022, Peneliti Big Data & AI, Arab Saudi

7. Fabienne Michaux, Direktur, SDG Impact – UNDP Sustainable Finance Hub, Australia

8. Azis Armand, Vice President Director & Group CEO Indika Energy, Indonesia

9. Dr. Nico Wanandy Ph.D., Research Associate UNSW-Australia, Indonesia.

Melati Wijsen menyampaikan dalam sesi Inspiring Talk, dalam menghadapi tantangan global terutama di bidang lingkungan, ia ingin mengajak masyarakat untuk mengubah nilai mereka dari ketakutan menjadi cinta, agar dapat menyelesaikan masalah yang ada dengan solusi yang tepat sasaran tetapi tetap humanis. Lebih jauh, generasi yang lebih muda mungkin tidak memiliki kemewahan waktu. “Maka dari itu kami mendorong para pemimpin untuk dapat mendorong perubahan tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya, dalam Task Force Panel Discussion, Dr. Nico Wanandy, Ph.D. berkata, untuk upaya merestorasi lingkungan, teknologi memiliki peran penting. “Meskipun pada saat ini teknologi semakin gencar dan canggih, tetapi kita juga harus tetap memperhatikan komunitas lokal yang mungkin saja memiliki teknologi yang berbeda tapi sudah dilokalisasi dalam menghadapi satu masalah yang sama. Kombinasi kedua teknologi tersebut tentu akan dapat menciptakan hasil yang lebih unggul untuk alam dan ekonomi, serta berkaca pada nilai yang ada,” jelasnya.

 

Tak hanya menyediakan platform untuk berdialog, hari pertama V20 Summit 2022 juga menghadirkan berbagai pertunjukan dan penampilan budaya lokal asli Bali, seperti Melaspas yang merupakan Upacara Pemberkatan Bali, Tari Baleganjur dan KulKul yang merupakan persembahan spesial pertunjukan budaya dari Green School, Tari Joged, dan penampilan dari band lokal, The Boys.