25/07/2024

Dirjen Bimas Hindu Terima Audiensi Tim Penyusun Buku Hindu Manupadesa Nusantara

 Dirjen Bimas Hindu Terima Audiensi Tim Penyusun Buku Hindu Manupadesa Nusantara

Tim Buku Hindu Nusantara melakukan audensi ke Dirjen Bimas Hindu dan diterima di kantor Dirjen Bimas Hindu, Jalan Thamrin Jakarta oleh Direktur Jenderal Bimas Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Bimas Hindu) yang baru yaitu Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija M.Si.pada Rabu (7/12/2022).

Ketua tim Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah M.Si bersama sekretarisnya Jro Bauddha Suena mengatakan, audiensi ini bertujuan mendukung langkah- langkah strategis Dirjen Bimas Hindu di dalam rangka membumikan ajaran Hindu Nusantara. Hindu Nusantara adalah perbedaan perilaku budaya masing- masing daerah, yang mana agama Hindu tidak meniadakan adat istiadat tetapi mempunyai realitas tertinggi yang sama.

Baca Juga :  Biaya Penelitian Terbatas, Yoga Segara Berhasil Telorkan 4 Luaran Penelitian

Yang tidak boleh diabaikan dalam Hindu Nusantara adalah realitas tertinggi dari Agama Hindu yang tidak boleh berbeda yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau dalam bahasa filsafat disebut Kemutlakan Absolut. Umat Hindu Dharma Indonesia memiliki latar belakang suku yang berbeda-beda.

Masing-masing suku tersebut punya sejarah panjang dalam membumikan ajaran-ajaran Hindu Dharma, memiliki interpretasi kultural beragam sesuai ragam tradisi dan budaya lokal masing-masing. Penganut Hindu Dharma di Nusantara berkonsensus untuk secara bersama-sama mengembangkan ajaran Hindu warna lokal masing-masing dalam koridor Panca Sradha dengan Hyang Widhi sebagai pedoman penguatan teologi Hindu Nusantara.

Baca Juga :  Yoga Segara, Tokoh Muda Asal Serangan Masuk 3 Besar Bursa Dirjen Bimas Hindu

Didalam pertemuan tersebut Gusti Made Ngurah menyampaikan beberapa hal untuk memperkuat literasi umat Hindu Dharma khususnya generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran ajaran yang tidak mempercayai Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai realitas tertinggi umat Hindu Dharma Indonesia.

“Saya sebagai Ketua Tim Buku Hindu Nusantara mendorong sekiranya berkenan agar Dirjen Bimas Hindu menguatkan program sertifikasi Guru Pasraman nonformal dan juga agar lebih banyak mencetak buku – buku literasi ajaran Hindu Nusantara yang bisa digunakan oleh seluruh umat Hindu Dharma Indonesia sehingga umat tidak kehilangan identitas ke-Hindunusantaranya karna bagaimanapun umat Hindu di Indonesia berasal dari bermacam macam lintas tradisi budaya yang lahir di Indonesia seperti Hindu Jawa, Hindu Tengger, Hindu Bali, Hindu Kaharingan, Hindu Tolotang, Hindu Toraja, Hindu Dayak, Hindu Tamil, Hindu Karo, Hindu Tanimbar Kei, Hindu Sunda Wiwitan dan lintas tradisi lainnya yang ajaran berasal dari budaya yang lahir di Nusantara,” bebernya.

Dirjen Bimas Hindu, Prof Nengah Duija menyatakan  terima kasih atas kedatangan Tim Buku Hindu Nusantara, dan secara tegas mendukung keberadaan Tim Buku Hindu Nusantara agar bisa membantu Pemerintah khususnya Dirjen Bimas Hindu didalam memperkuat persatuan khususnya umat Hindu Dharma Indonesia dengan jalan memperkuat literasi ajaran Hindu Nusantara dan mengajak semua umat agar kembali membaca susatra Hindu Dharma yang lahir sejak ribuan tahun di bumi Nusantara .

Para tokoh atau pemuka Hindu Dharma yang tergabung dalam Tim Buku Hindu Nusantara berasal dari berbagai komunitas Hindu di berbagai daerah di Indonesia telah terhubung dan bersedia ngayah menjadi anggota Tim Penyusun Buku Hindu (Manupadesa) Nusantara sesegera mungkin.