BP2MI Komitmen Lindungi PMI Dari Ujung Rambut Hingga Ujung Kaki

 BP2MI Komitmen Lindungi PMI Dari Ujung Rambut Hingga Ujung Kaki

Buat calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak perlu khawatir menjadi human trafficking karena Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berkomitmen memberikan pelayanan dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Demikian disampaikan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani pada saat Rakornis di Stones Hotel pada Rabu (3/11). Upaya perlindungan terhadap PMI akan dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi menuju Gerakan Aksi Lindungi PMI.

Baca Juga :  Selama Pandemi, Pembayaran Klaim JHT BPJamsostek Meningkat

Dalam rakornis tersebut, ada beberapa hal yang ingin dicapai. Diantaranya, ingin memperoleh pemahaman dari para narasumber eksternal. Selain itu rakornis juga bertujuan untuk membangun sinergi dan kolaborasi dalam hal penempatan PMI maupun perlindungan PMI.

 

“UU nomor 18 tahun 2017 jelas telah menyebut adanua pembagian kewenangan siapa melakukan apa dan ini yang berjalan dan sesuai ekspektasi mandat UU,” tegasnya.

Rakornis ini juga ingin menyatukan persepsi antara unit kerja pusat dan daerah terkait pelayanan penempatan dan perlindungan PMI dan keluarganya.

Baca Juga :  Gencarkan Pembayaran Dogital, Bank Indonesia Resmikan S.I.A.P QRIS di Pasar Galang Ayu

Ia meminta kepada seluruh anggota BP2MI untuk bekerjas secara loyal dan menyerap aspirasi sebanyak – banyaknya. Menurutnya loyalitas tidak hanya diperlukan di BP2MI tapi di institusi dan lembaga manapun juga dibutuhkan loyalitas.

Anggota juga diminta bekerja mengikuti ritme. Artinya di era masa kini, perlu kecepatan dalam memutuskan dan mengeksekusi. “Sekarang ini bukan jaman order baru lagi yang mana pejabatnya dininabobokan. Era ini sudag beda dan ini era baru,” tegasnya.

Era masa kini menuntut seseorang bekerja dengan cepat di tengah tantangan – tangatan yang semakin kompleks, beban kerja semakin berat yang membutuhkan kita untuk berubah dan berinovasi.

Selain itu, bekerja diharapkan tidak berorientasi pada penyerapan anggaran. Namun ada inovasi yang bisa dilakukan untuk bertransformasi. “Jangan terjebak pada pola pikir rutinitas, tidak ada hal – hal yamg inovatif, gagasan – gagasan dan terobosan yang berarti,” imbuhnya.

Adanya beberapa kekosongan jabatan di BP2MI juga menjadi bahasan dalam rakornis. Benny menegaskan dalam mengambil keputusan menetapkan jabatan – jabatan dalam organisasi dalam kondisi bebas merdeka, tanpa adanya upaya – upaya transaksional.tta