24/04/2024

Stimulus PLN Masih Berlanjut, Cuti Daya Masih Diberlakukan

 Stimulus PLN Masih Berlanjut, Cuti Daya Masih Diberlakukan
Denpasar – Stimulus listrik bagi pelaku usaha pariwisata berupa cuti daya masih berlanjut tahun 2021. Pelaku pariwisata masih dapat mengajukan cuti daya dan juga menurunkan daya listrik.
Demikian disampaikan General Manager PLN UID Bali I Wayan Udayana, Senin (12/4). Udayana mengatakan, stimulus berupa cuti daya masih diberikan sampai waktu tertentu. Selain itu pelanggan pariwisata juga dapat menurunkan daya sementara, agar tagihan listrik menjadi lebih kecil. “Setelah kembali normal, kenaikan dayanya nanti bisa kembali diajukan,” ujarnya.
Setelah Juni 2021 dengan terbentuknya herd immunity melalui vaksinasi, ia berharap ekonomi dan pariwisata kembali pulih agar listrik dapat dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga :  Kanwil DJP Bali Catat 298 Ribu Wajib Pajak Telah Melaporkan SPT Tahunan Tepat Waktu
Bali memiliki daya mampu listrik sebesar 1.322 MW. Beban puncak listrik di Bali sebelum pandemi mencapai lebih dari 900 MW. Sedangkan selama masa pandemi, beban puncak turun menjadi 700,6 MW. Sehingga masih ada cadangan daya listrik sekitar lebih dari 400 MW.
Dengan adanya cadangan daya ini, PLN optimis dapat melayani kebutuhan listrik saat hari raya Galungan dan Kuningan maupun lebaran nantinya. Meski demikian masyarakat diminta turut menjaga keandalan listrik Bali dengan menjaga jaringan listrik dari gangguan penjor. “Penjor agar dipasang jauh dari jaringan listrik,”  ujarnya.
Manager Humas PLN UID Bali I Made Arya menambahkan, selama pandemi memang kemampuan membayar listrik berkurang. Diakui memang ada peningkatan tunggakan listrik.
Baca Juga :  PLN Kembali Raih Best Green Loan Internasional atas Akselerasi Transisi Energi
Terkait hal tersebut, PLN sangat menyayangkan terjadi pencabutan daya listrik dengan adanya keterlambatan pembayaran. “Tapi tim kami terus berkomunikasi dengan pelanggan untuk membayar listrik,” ujarnya.
Seperti diketahui, PLN UID Bali merupakan salah satu lapangan usaha yang berdampak akibat pandemi.   Pertumbuhan listrik dan gas mengalami pertumbuhan minus 0,03% pada 2020, sedangkan kontribusinya pada PDRB Bali  2020 sebesar 0,22%.tta