Salurkan Kredit, BPR Kanti Bidik Corporate, Koperasi dan Sesama BPR

 Salurkan Kredit, BPR Kanti Bidik Corporate, Koperasi dan Sesama BPR

Setelah sukses menyalurkan kredit ke UMKM, BPR Kanti membidik corporate, koperasi dan BPR. Hal ini dilakukan karena BPR Kanti memahami kebutuhan Lembaga Jasa Keuangan atau LJK di Bali di masa pemulihan ekonomi.

Direktur Utama BPR Kanti I Made Arya Amitaba, Kamis Kamis (15/4/2022) mengaku telah menggalang likuiditas dari berbagai bank umum untuk disalurkan ke BPR lain dan koperasi. Likuiditasnya pun diklaim cukup besar. Maka kredit yang ia salurkan tidak hanya meliputi nasabah perorangan, tapi juga nasabah corporate, koperasi dan BPR. Likuiditasnya pun diklaim cukup besar.”Tahun 2022 sudah mampu melewati masa kritis sehingga mulai bergerak,” ujarnya.

Baca Juga :  Cari Suaka di Indonesia, Praktisi Falun Dafa Kembali ke Taiwan 

Tidak hanya memberikan bantuan likuiditas, BPR Kanti juga mengasah skill dan kemampuan pengurus LJK tersebut dalam berbagai pelatihan. Seperti yang dilakukan pada hari itu, BPR Kanti memberikan pelatihan penguatan proses legal, etika bisnis dan digitalisasi BPR/koperasi.

Kegiatan yang juga disponsori Digi Data itu membahas lebih banyak tentang kesiapan BPR dan LJK lain dalam menghadapi digitalisasi. Digi Data sebagai salah satu vendor digital siap dalam mendukung BPR bertransformasi ke digital. Kepala OJK Regional  Bali Nusra juga menyebut digitalisasi merupakan suatu keniscayaan sehingga BPR harus mempersiapkan diri dan SDM dalam menghadapi persaingan internal dan eksternal ke depan yang semakin ketat.

Baca Juga :  PLN Amankan Pasokan Listrik Selama IPU ke-144 di Bali

OJK dikatakan siap berkolaborasi dengan regulator lain seperti BI dari sisi sistem pembayaran dan Bapepti dari sisi perdagangan komoditas. Kolaborasi ini serupa dengan kolaborasi yang dilakukan BPR Kanti dengan LJK lain dalam rangka bersama – sama menggerakkan perekonomian.

Sekretaris Perbarindo Bali Made Suarja mengatakan, dengan digitalisasi BPR  optimis dapat menggrab pasar  lebih luas baik dari sisi jumlah nasabah maupun nilai transaksi. Sekjen ikatan professional banking BPR (iPro) Hiras Tobing mengatakan, di era digitalisasi, BPR harus berbenah diri, mengikuti pasar untuk penguatan daya saing BPR.