20/07/2024

Permintaan Batubara Masih Prospektif ke Depan

 Permintaan Batubara Masih Prospektif ke Depan

Presentasi PT. Adaro Enery, Tbk/tta

Halo sobat Balidailynews..

Pada kategori ini, kami ini ingin memberikan edukasi seputar pasar modal dan emiten – emiten pasar modal sehingga dapat memberikan referensi bagi Anda untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Kali ini kita akan membahas tentang proses batu bara ke depan yang disampaikan oleh emiten PT. Adaro (ADRO).

Head of Corporate Secretary & Investor Relations Division PT. Adaro Energy Tbk. Mahardika Putranto dalam public expose yang dilaksanakan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (6/9) mengatakan, permintaan batubara masih cukup prospektif ke depan di tengah isu penggunaan sumber daya renewable energy.

Sektor batubara adalah sektor yang cyclical. Pergerakan harga batubara dalam beberapa tahun terakhir dipengaruhi oleh gejolak ekonomi, politik dan kebijakan pemerintah. Tahun 2020, merupakan tahun yang penuh tantangan bagi sektor batubara. Tahun lalu seluruh harga batubara melemah karena tingkat permintaan yang melemah akibat berkurangnya aktivitas usaha karena dampak pandemi Covid19.

Namun pada akhir 2020, harga batubara mulai membaik karena pada saat itu banyak negara, ekonominya mulai bergerak. Selain itu faktor cuaca yaitu musim dingin bahkan sangat dingin mendorong konsumsi listrik seperti penggunaan pemanas dan heater.

Selain permintaan yang mulai menggeliat, pasokan batubara juga mulai terbatas. Pasar utama batubara yaitu China sat ini cukup positif bahkan sangat positif. Permintaan sejak awal tahun terus mengalami peningkatan karena pemulihan ekonomi.

Pada quartal 2, terjadi restoking batubara untuk menghadapi musim panas, ditambah melemahnya pasokan energy hidro. “China masih men-driver pasar batubara, jadi impor dari Cina sangat tinggi, dan pasokan batubara domestic belum optimal,” imbuhnya.

Baca Juga :  GoTo Umumkan Penawaran Umum Perdana Saham di Bursa Efek

Australia sendiri kesulitan memenuhi permintaan karena terbatasnya kapasitas logistik di pelabuhan, ditambah supply dari Kolombia juga lemah. Pada semester pertama 2021, produksi batubara berasal dari Amerika Serikat dan Rusia.

Pada triwulan II kenaikan harga batubara terus terjadi hingga saat ini. Di Indonesia harga batubara telah mencapai di atas USD 70. Ke depan secara jangka pendek, periode musim dingin akan meningkakan permintaan batubara. Meski isu penggunaan renewable energy terus digaungkan di seluruh dunia, seperti Cina memang ada kebijakan dekarbonikasi yang meningkatkan penggunaan gas dan renewable energy, namun kebutuhan energy batubara di Cina tetap dibutuhkan.

Permintaan di Asia Tenggara senidiri akan terus meningkat, yang mana Filipina menjadi salah satu pendorong permintaan karena banyak PLTU dalam tahap konstruksi, sehingga permintaan dinilai cukup solid. Vietnam sendiri bergantung pada batubara impor. Terbatasnya pasokan listrik sehingga rencana untuk menambah PLTU, sekitara 7 Gigawatt PLTU baru, beroperasi di Vietnam hingga 2025.tta