19/07/2024

Cek, Terapi Oksigen Penyembuh Berbagai Penyakit

 Cek, Terapi Oksigen Penyembuh Berbagai Penyakit

RSUP Prof Ngoerah memiliki terapi oksigen Hiperbarik dengan kapasitas lebih besar serta lebih canggih. Hiperbarik Chamber merupakan layanan kesehatan yang biasanya banyak dibutuhkan oleh penyelam dan beberapa penyakit yang berkaitan dengan pernafasan.

Direktur Utama RSUP Prof Ngoerah dr. I Wayan Sudana, M.Kes.menjelaskan, Hiperbarik Chamber merupakan ruangan udara bertekanan tinggi (RUBT) adalah metode pengobatan menggunakan 100% oksigen dengan tekanan yang lebih besar dari tekanan atmosfer.

Baca Juga :  Siap - siap, Bali Akan Punya Layanan Estetik Terbesar Berkelas Internasional

Terapi hiperbarik oksigen adalah modalitas pengobatan yang mana pasien bernafas dengan menghirup 100% oksigen dalam ruangan dengan tekanan atmosfer yang meningkat yaitu dengan cara memberikan oksigen murni di dalam ruangan khusus bertekanan udara tinggi untuk dihirup oleh pasien.

Tekanan udara bisa hingga mencapai 3 kali tekanan atmosfer normal. Peningkatan tekanan udara di dalam ruangan hiperbarik ini menyebabkan paru paru pasien akan menyerap oksigen lebih banyak dari biasanya sehingga dapat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit.

Baca Juga :  BEI Berpartisipasi Menjaga Kelestarian Biota Laut di Bali

Berikut beberapa indukasi yang tepat untuk mendapatkan layanan hiperbarik:

1. Penyakit akibat dekompresi

2. Emboli udara

3. Keracunan gas CO, HCN, H2S, CCI4

4. Infeksi: gas gangren, osteomyelitis, lepra, mikosis

5. Bedah plastik dan rekonstruksi, luka yang sulit sembuh, luka bakar operasi cangkok jaringan

6. Neurologi: stroke, multipel sklerosis, migrain, edema celebri, multi infark demensia, cedera medula spinalis, abses otak, neoropati perifer

7. Hematologi: sickle cell crises, anemia berat karena banyak kehilangan darah

8. Oftalmologi: oklusi arteri sentralis retina

9. Tractus gastro intestinal: ulkus lambung, necrotizing enterocolitis, Ileus paralitik, hepatitis

10. THT: tuli mendadak, trauma akustik akut, labyrintitis, penyakit meniere, otitis ekstrena maligna

11. Penyakit paru

12. Penyakit endokrin: diabetes

13. Asfiksia: tenggelam, inhalasi asap

14. Rehabilitasi: hemiplegi sepasti ec stroke, paraplegi, miokard insufisiensi kronik, penyakit pembuluh darah tepi