24/04/2024

Bintang Puspayoga Inspirasi Siswa Grand Launching Maskot SMP Negeri 5 Denpasar— Dalam Acara “Strengthen Creativity and Local Wisdom for Denpasar”

 Bintang Puspayoga Inspirasi Siswa Grand Launching Maskot SMP Negeri 5 Denpasar— Dalam Acara “Strengthen Creativity and Local Wisdom for Denpasar”

SMP Negeri 5 Denpasar (Spenma) menggelar acara spektakuler bertajuk “Strengthen Creativity and Local Wisdom for Denpasar” (Penguatan Kreativitas dan Kearifan Lokal Demi Denpasar Jaya) di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Minggu (5/3/2023). Dengan acara puncak launching tari maskot SMP Negeri 5 Denpasar, yakni “Tari Panca Bayu Jayanthi”. Sebuah tarian yang lahir karena terinspirasi dari kehebatan Ibu Bintang Puspayoga sebagai pencetus tarian Maskot Kota Denpasar.

Hadir dalam acara pembukaan Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, Wakil Wali Kota, I Kadek Agus Arya Wibawa, Forkompimda Kota Denpasar, Kadis Dikspora Kota Denpasar, Kepala Ombudsman Perwakilan Bali, Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, serta pejabat lainnya.

Juga hadir Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar, Kepala MKKS SMP di Kota Denpasar, Kepala Sekolah SMP Se-Kota Denpasar, Ketua Komunitas Guru Penggerak Kota Denpasar beserta jajaran, dan undangan lainnya.

Baca Juga :  Pasang Baru untuk Home Charging, Biaya Mulai Rp 850 ribu

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam sambutannya saat membuka acara, mengapresiasi kreativitas siswa-siswi SMPN 5 Denpasar yang ditampilkan dalam kegiatan ini. Menurutnya, event ini sekaligus menjadi media pembelajaran inovasi nyata dalam memback-up hasrat generasi muda dalam berkarya, berkreasi, dan berkiprah. Utamanya, dalam melakukan ekspresi seni dan budaya yang dapat memperkaya aset atau warisan tak-benda Kota Denpasar.
Jaya Negara mengatakan, dunia pendidikan terdampak imbas sangat besar di masa pendemi ini. Pembelajaran online yang berlangsung sangat lama, memberikan efek dan dampak psikologis bagi anak-anak. Salah satunya kurang berkembangnya kepercayaan diri dalam berkreativitas, terutama dalam bidang ekspresi seni budaya dan kearifan lokal.

Dikatakan, pemerintah menerapkan implementasi Kurikulum Merdeka, yang memberikan keleluasaan kepada para siswa untuk berkreativitas sesuai dengan minat dan bakatnya. “Mengambil dari spirit kurikulum tersebut terutama yang terkait dengan aspek P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), kegiatan ini diharapkan turut serta dalam menguatkan upaya peningkatan pencapaian kompetensi dan karakternya untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila,” ujar Wali Kota Jaya Negara.

Pada acara “Strengthen Creativity and Local Wisdom for Denpasar” ditampilkan berbagai pertunjukan seni dan kreativitas seluruh civitas akademika di SMP Negeri 5 Denpasar. Acara tersebut diawali dengan penandatanganan MoU Sister School dengan SMP PGRI 8 Denpasar dan SMP Bintang Persada Denpasar.

Kreativitas civitas akademika Spenma yang ditampilkan yakni Paduan Suara SMP Negeri 5 Denpasar, Paskibra SMP Negeri 5 Denpasar, atraksi Wushu dari Sasana Wushu Sinar Naga Cao Fuk Miao, Tari Kolaborasi SMP PGRI 8 Denpasar, Garapan Musikal Tari Kreasi Profil Pelajar Pancasila, Tari Wonderland Indonesia, Pidato Anti Perundungan oleh siswa kelas VII, Musikalisasi puisi, Dance Kreasi Siswa SMP Negeri 5 Denpasar, dan penampilan band Seven Tone dan Crash Minor.

Dan acara utama dalam kegiatan ini adalah grand launching tari maskot SMP Negeri 5 Denpasar “Tari Panca Bayu Jayanthi”. Tari ini ditarikan oleh 45 penari dan para penabuh yang merupakan guru, pegawai, dan siswa SMP Negeri 5 Denpasar.

Baca Juga :  Prodi IKH UHN IGB Sugriwa-- Gelar Talkshow Komunikasi Politik Jelang Pemilu 2024

“Ini terinspirasi dari kehebatan Ibu Bintang Puspayoga sebagai pencetus tarian Maskot Kota Denpasar, kami juga bermaksud meninggalkan warisan non-benda berupa tarian Maskot SMP Negeri 5 Denpasar, yaitu Tari Panca Bayu Jayanthi,” kata Kepala SMP Negeri 5 Denpasar, Dr. Putu Eka Juliana Jaya, SE., M.Si., dalam sambutannya.

Menurutnya, tari maskot SMP Negeri 5 Denpasar, Tari Panca Bayu Jayanthi, telah mendapatkan sertifikat Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 000450084 tertanggal 23 Februari 2023.

Dijelaskan, penciptaan Tari Panca Bayu Jayanthi berawal dari ide dan impiannya, selaku Kepala SMP Negeri 5 Denpasar agar memiliki warisan kekayaan non-benda yang berasal dari kearifan lokal Bali.

“Tarian ini mencerminkan spirit, semangat, harapan, dan cita-cita luhur bagi kesuksesan semua siswa yang mengenyam pendidikan di SMP Negeri 5 Denpasar. Kami melakukan semua langkah perencanaan yang dianggap perlu demi terwujudnya ide menjadi nyata,” ujar Wawa, sapaan akrab Dr. Putu Eka Juliana Jaya.

Dijelaskan, proses penciptaan musik melibatkan seniman tabuh profesional. Proses penciptaan tari juga melibatkan seniman tari profesional. Seluruh siswa, guru, pegawai yang memiliki kemampuan dalam hal tabuh dan tari juga turut dilibatkan.

“Kerja keras, kerja sama, dan kolaborasi, loyalitas, serta dedikasi yang luar biasa dari semua pihak, akhirnya mampu melahirkan sebuah maha karya seni Tari Kebesaran (Maskot) SMP Negeri 5 Denpasar “Panca Bayu Jayanthi”,” tandasnya.

Sebagai bagian dari Implementasi Kurikulum Merdeka, pada kegiatan“Strengthen Creativity and Local Wisdom for Denpasar” ini juga diselenggarakan pameran Showcase Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sebelah utara Ruang Taksu.

Terdapat stand-stand pameran dengan tema Kewirausahaan dan Anti Bullying. Stand Kewirausahaan menyediakan berbagai produk yang merupakan hasil belajar siswa kelas 7 berupa stand yang menjual Tipat Cantok, Rujak, Minuman, Jaja Bali Batun Bedil, dan Jaja Begina.

Dalam stand Anti Bullying, dipamerkan berbagai poster dan stiker terkait kampanye anti bullying (perundungan) di sekolah. Sebab, perundungan merupakan salah satu dari 3 dosa besar dalam dunia pendidikan seperti yang disampaikan Menteri Nadiem Makarim. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengungkapkan dunia pendidikan Indonesia sekarang ini mengalami tantangan besar dengan adanya tiga dosa besar. Tiga dosa besar itu meliputi perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.

Wawa menjelaskan, di SMP Negeri 5 Denpasar, pihaknya selalu berusaha untuk menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. “Kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang bermutu, serta membentuk siswa-siswi kami menjadi generasi yang mampu bersaing di era globalisasi saat ini. Oleh karena itu, kami senantiasa berupaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Negeri 5 Denpasar,” kata istri mantan Ketua Komisi I DPRD Bali, Made Arjaya ini.

Pada kesempatan itu, Wawa Arjaya mengajak semua pihak untuk mengamalkan nilai-nilai kearifan lokal. Salah satunya adalah dengan tarian. “Mari kita bersama-sama memberikan pelayanan yang baik dan penuh rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta kepada sesama manusia. Dengan begitu, kita akan menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai, sesuai dengan visi SMP Negeri 5 Denpasar yaitu ‘Mewujudkan Insan Pancasila yang berkarakter, berprestasi, berbudaya, serta peduli lingkungan’,” jelasnya.

Menurutnya, visi SMP Negeri 5 Denpasar tersebut selaras dengan visi Kota Denpasar yaitu Mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju dengan Dilandasi Spirit Vasudhaiva Kutumbakam. Vasudhaiva Kutumbakam mengandung makna dalam kehidupan ini, semua bersaudara, atau menyama braya. Semua sektor kehidupan harus diselesaikan dengan paras paros sarpanaya, salunglung sabayantaka. “Semua persoalan yang kita hadapi, mari kita selesaikan bersama-sama dalam semangat Menyama Braya,” ujar Wawa Arjaya.

Ia juga mengatakan, pihaknya bekerjasama dalam berbagai bidang untuk memajukan pendidikan bersama sesuai spirit Kurikulum Merdeka. “Kami berkolaborasi bukan berkompetisi. Kami berkolaborasi dengan Konjen RRT, Komunitas Guru Penggerak Kota Denpasar, Sasana Wushu Sinar Naga Cao Fuk Miao, Para Penggiat Seni se-Bali khususnya dari Denpasar, Gianyar, Tabanan, Badung, dan Karangasem,” jelasnya.

Selain sebagai hadiah untuk HUT Kota Denpasar ke-235 dari SMP Negeri 5 Denpasar, menurut Wawa, acara Strengthen Creativity and Local Wisdom for Denpasar ini juga merupakan kegiatan pembuka dari HUT ke-44 SMP Negeri 5 Denpasar yang jatuh pada tanggal 1 April 2023.
Per
“Berbagai kegiatan sudah kami rancang untuk memeriahkan HUT sekolah kami, di antaranya adalah berbagai lomba akademis dan non akademis yang diselenggarakan secara internal antar siswa kami dan eksternal dengan mengundang peserta dari sekolah lain. Puncak kegiatan HUT SMP Negeri 5 Denpasar akan dilaksanakan pada tanggal 1 April 2023 dengan melaksanakan upacara bendera dan penyerahan hadiah bagi para pemenang kegiatan perlombaan,” paparnya.