18/07/2024

Siswa SD 12 Jimbaran Simak Edukasi Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin

 Siswa SD 12 Jimbaran Simak Edukasi Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin

Ratusan siswa SD No. 12 Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali mengikuti sosialisasi dan edukasi pengolahan minyak goreng bekas atau minyak jelantah menjadi barang berguna yakni lilin. Edukasi terkait kepedulian lingkungan yang dibawakan oleh Komunitas Laksana Becik ini, merupakan tindak lanjut program kolaborasi yang telah dilakukan selama ini bersama sekolah setempat.

Kepala SD No. 12 Jimbaran I Wayan Suyasa, S.Pd.mengatakan, program kepedulian lingkungan ini didukung Komunitas Laksana Becik dalam upaya menyukseskan implementasi kurikulum merdeka, yakni pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Baca Juga :  Tinjau PLTS PLN, Menteri BUMN Pastikan Peringatan HUT RI di IKN Gunakan Listrik Hijau

Pada kegiatan sosialisasi dan edukasi lingkungan ini, Laksana Becik kembali mengingatkan siswa untuk bijak mengelola minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan. Tentu melalui edukasi ini, diharapkan siswa bisa menyebarkan informasi baik ini, agar juga bisa diterapkan di lingkungan rumah masing-masing.

Suyasa menjelaskan, setiap hari Selasa juga dilaksanakan kegiatan Markibu (Mari Kita Berkebun). Program yang dijalankannya menurutnya, juga sejalan dengan program dari Laksana Becik untuk meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap lingkungan.

Baca Juga :  Tiga Bumbu Dapur Penyelamat Ibu - ibu

“Untuk hari ini dari pihak Laksana Becik memberikan edukasi kepada siswa tentang pemanfaatan minyak jelantah, untuk dijadikan salah satu bentuk kreativitas yaitu membuat lilin dari minyak jelantah,” kata Suyasa ditemui di sela kegiatan.

Lebih lanjut Suyasa mengatakan, antusias siswa untuk mengikuti sosialisasi ini terlihat sangat tinggi. Bahkan kata dia, siswa terlihat aktif untuk bertanya terkait proses pembuatan lilin ini.

Kegiatan seperti ini menurutnya penting untuk terus digaungkan di sekolah, terutama untuk meningkatkan kreativitas anak. Selain itu, ini juga merupakan salah satu media untuk anak-anak, sebagai wadah penguatan P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

“Melalui kegiatan seperti ini, guru-guru juga banyak mendapat informasi-informasi terkait bidang pelestarian lingkungan. Tentu ini sangat sejalan dengan edukasi yang telah dilakukan dari komunitas. Apalagi selama ini, komunitas Laksan Becik sudah mendukung program Pemerintah, terutama yang konsen dalam bidang pelestarian lingkungan,” katanya, seraya mengatakan akan siap terus berkolaborasi dalam pelestarian lingkungan.