Ribuan Pekerja Pariwisata Divaksin di Bali

 Ribuan Pekerja Pariwisata Divaksin di Bali
Mangupura – Ribuan pekerja di bidang pariwisata divaksin di Bali pada Sabtu (27/2). Vaksinasi dipusatkan di BNDCC. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meninjau pelaksanaan vaksinasi massal tersebut bersama Wakil Gubernur Bali, Kepala BI KPw Bali, Kepala Ombudsman Bali, Ketua BTB Bali, Kepala Dinas Pariwisata Bali, dan stakeholder pariwisata.
Sandiaga Uno mengatakan, vaksinasi menjadi game changer pemulihan ekonomi Bali sehingga target vaksinasi 2 juta pekerja pariwisata di Bali, paling tidak harus mencakup 70%.
Menparekraf tinjau pelaksanaan vaksinasi di Bali/BDN
Dalam peninjauannya, tampak deretan kursi di ruangan besar BNDCC. Tampak peserta pariwisata antre untuk mendapatkan vaksin, setelah sebelumnya memenuhi syarat administrasi. Sebelumnya pekerja secara kolektif mendaftarkan diri pada perusahaannya masing – masing untuk mendapatkan vaksin. Mereka kemudian mendaftar melalui link yang diberikan.
Sandiaga Uno menyebut sebanyak 3.500 peserta telah terdaftar untuk mendapatkan vaksin pada hari itu. Usai meninjau lokasi vaksin, ia bersama yang lain mengendarai sepeda listrik meninjau lokasi vaksin drive through.
Baca Juga :  BPJamsostek Optimalisasi Layanan Saat Pandemi
Sandiaga juga memberikan kabar gembira pada awak media. Bahwa Bali terpilih dari dua venue menjadi tempat diadakannya seri motorcross grand prix (MX GP) Juni mendatanga. Tempatnya telah dipilihkan yaitu di Benoa. Namun mendapat berkah di tengah pandemi tak serta merta membuatnya lengah. Ia tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat agar masyarakata Bali dan orang yang datang aman. Maka dari itu vaksinasi menjadi sangat penting.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Sukawati Ardhana mengatakan, Bali telah menyiapkan tiga tahap pemulihan, yang mana tahap pertama telah dilakukan dengan dibukanya Bali pada 31 Juli untuk wisatawan Domestik. Tahap kedua adalah travel bubble dengan pola FCC.
Baca Juga :  Bali Akan Buka Pariwisata Berbasis Vaksin
Hal ini akan dilakukan jika vaksinasi berjalan lancar, dan tahan ketiga akan membuka Bali lebih lebar lagi untuk dikunjungi.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa ditemui di sela Рsela acara mengatakan, semakin banyak pekerja pariwisata yang divaksin akan semakin baik. Namun ada kekhawatiran vaksin terbatas. Hal ini menurutnya perlu disadari bahwa ada keterbatasan vaksin. Selain itu, kemampuan tenaga vaksinator juga terbatas. Dengan 1 tim yang terdiri dari 5 orang hanya bisa memvaksin 79 orang. Namun ia optimis secara bertahap  vaksinasi akan mencakup seluruh rakyat hingga membentuk kekebalan komunal.tta