Journaling Jadi Tren Lifestyle Baru, Menulis untuk Menjaga Kesehatan Mental

 Journaling Jadi Tren Lifestyle Baru, Menulis untuk Menjaga Kesehatan Mental

Iluatrasi. -IST

Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, muncul satu tren lifestyle yang semakin populer, khususnya di kalangan anak muda dan pekerja kreatif yaitu journaling atau kebiasaan menulis jurnal harian. Aktivitas sederhana ini kini tidak lagi sekadar mencatat kegiatan, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup untuk menjaga kesehatan mental dan mengenali diri sendiri.

Journaling adalah kegiatan menulis pikiran, perasaan, pengalaman, hingga rencana hidup ke dalam buku atau media digital secara rutin. Banyak orang kini menjadikan journaling sebagai ritual pagi atau malam hari untuk merapikan pikiran setelah menjalani aktivitas seharian.

Tren journaling berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental. Jika dulu orang bercerita kepada teman atau keluarga, sekarang banyak yang memilih menulis karena dianggap lebih lega dan jujur tanpa takut dihakimi. Menulis jurnal juga dipercaya membantu mengurangi stres, kecemasan, serta membuat seseorang lebih memahami emosinya sendiri.

Tidak sedikit pula yang menggabungkan journaling dengan aktivitas kreatif seperti menggambar, menempel foto, membuat kolase, hingga menulis kutipan-kutipan motivasi. Model seperti ini dikenal dengan sebutan bullet journal atau journaling kreatif, yang membuat kegiatan menulis menjadi lebih menyenangkan dan personal.

Selain untuk kesehatan mental, journaling juga sering digunakan untuk mencatat target hidup, rasa syukur, rencana keuangan, ide bisnis, hingga evaluasi diri. Bahkan beberapa orang menulis jurnal khusus seperti gratitude journal (jurnal rasa syukur), travel journal, dan self-reflection journal.

Baca Juga :  Kabar Duka, Dirreskrimsus Polda Bali Wafat

Psikolog menyebutkan bahwa menulis jurnal dapat membantu seseorang mengeluarkan emosi yang terpendam, meningkatkan fokus, serta membantu mengambil keputusan karena pikiran yang sebelumnya berantakan menjadi lebih terstruktur saat ditulis.

Fenomena ini juga terlihat dari meningkatnya penjualan buku jurnal, notebook estetik, serta alat tulis seperti stiker, washi tape, dan pulpen warna-warni yang mendukung aktivitas journaling. Di media sosial, banyak konten tentang “journaling routine”, “monthly journal setup”, hingga “write with me” yang semakin mempopulerkan kebiasaan ini.

Kini journaling bukan lagi sekadar menulis diary seperti zaman dulu, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari lifestyle modern: hidup lebih sadar, lebih tenang, dan lebih mengenal diri sendiri di tengah dunia yang bergerak sangat cepat.

Leave a Reply