Joged Kumbang Dedari Tegaltamu Tampil Memikat sebagai Duta Gianyar di PKB 2026
Sekehe Joged Kumbang Dedari Banjar Tegaltamu, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar sukses membawakan Pementasan Joged Tradisi sebagai Duta Kabupaten Gianyar dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Madya Mandala, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar.
Penampilan tersebut menjadi momentum penting bagi kebangkitan kembali Joged Tegaltamu, kesenian tradisi yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Banjar Tegaltamu sejak tahun 1961.
Joged Tegaltamu didirikan oleh I Gusti Ngurah Gede Sumantra dan I Wayan Rija. Pada masanya, sekaa ini dikenal sebagai salah satu kelompok joged yang diperhitungkan di Bali dan pernah meraih prestasi dalam ajang PKB pada era 1990-an. Setelah sempat mengalami pasang surut, estafet kesenian tersebut kini kembali diteruskan oleh generasi muda yang berkomitmen menjaga warisan budaya leluhur.


Dalam pementasan bertajuk *Joged Kumbang Dedari Tegaltamu*, para seniman menghadirkan filosofi kumbang sebagai simbol gerak yang dinamis, memikat, dan penuh kehidupan, sementara dedari melambangkan keanggunan, kesucian, serta keluhuran budi. Filosofi tersebut diwujudkan melalui sajian yang tetap berpegang pada tradisi namun relevan dengan perkembangan zaman.
Pementasan juga selaras dengan tema PKB 2026, *Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha*, yang mengangkat nilai pemuliaan jiwa dan penyucian diri melalui seni. Melalui pertunjukan tersebut, seni diposisikan sebagai media yang menghadirkan kebahagiaan, keharmonisan, dan keseimbangan hidup.
Salah satu kekuatan utama yang ditampilkan adalah komitmen mempertahankan pakem klasik warisan para pengelingsir. Di tengah berkembangnya berbagai bentuk kreasi dan inovasi seni pertunjukan, Joged Kumbang Dedari Tegaltamu tetap setia menyajikan gending-gending klasik yang diwariskan secara turun-temurun.
Sajian diawali dengan Tabuh Petegak Ki Layu Menedeng, dilanjutkan Tabuh Pengiring Joged Sekar Jepun, Joged Kembang Sari, Joged Tadah Asih, Joged Paksi Ngelayang, dan ditutup dengan Tabuh Sarwa Anut yang meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton.
Ciri khas Joged Tegaltamu juga ditampilkan melalui gerak Ngumbang Ngampid Balang yang terinspirasi dari kepakan sayap belalang. Gerakan tersebut menghadirkan kesan ringan, lincah, anggun, sekaligus atraktif, serta menjadi identitas yang diwariskan secara turun-temurun di Banjar Tegaltamu.
Ketua Panitia, I Komang Manik Sumardika, S.E., mengatakan keberhasilan pementasan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Banjar Tegaltamu.
“Pementasan ini bukan hanya tentang tampil di panggung PKB sebagai Duta Kabupaten Gianyar. Lebih dari itu, ini adalah bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah mewariskan seni Joged Tegaltamu kepada kami. Kami berupaya menjaga, merawat, dan meneruskan warisan tersebut agar tetap hidup dan dicintai oleh generasi masa kini maupun generasi yang akan datang,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pementasan tidak terlepas dari dukungan para penari, penabuh, tim kreatif, panitia, tokoh masyarakat, sponsor, donatur, serta seluruh masyarakat Banjar Tegaltamu yang telah berkontribusi selama proses persiapan yang berlangsung lebih dari enam bulan.
Ia berharap pementasan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai, menjaga, dan melestarikan seni budaya Bali.
“Menjaga tradisi bukan berarti tertinggal oleh zaman. Justru dengan memahami akar budaya, kita memiliki pijakan yang kuat untuk melangkah ke masa depan,” katanya.