24/04/2024

20 Atlet Muay Thai Indonesia Bertarung di Canggu

 20 Atlet Muay Thai Indonesia Bertarung di Canggu

Promotor Marcos Manurung terus gencar mengupayakan petarung-petarung Muay Thai Indonesia agar dapat menembus ajang-ajang level dunia. Langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menjaring para petarung dalam event rutin Summer Fights yang ia gelar.

 

Sebagaimana diketahui, Marcos memang kerap menggelar Summer Fights bagi para petarung Muay Thai Indonesia. Yang terdekat akan digelar esok Sabtu 4 Juni 2022, di GOR Segara Perancak, Berawa, Canggu, Bali. Namun berbeda dengan sebelum-sebelumnya, Summer Fights kali ini didominasi peserta profesional.

Baca Juga :  FIFA World Cup U-20 di Bali, PLN Jamin Listrik Tanpa Kedip

“Saya ingin membuat wadah untuk menciptakan petarung-petarung yang bisa mendunia. Summer Fights saat ini menjangkau petarung semi pro dan juga pertarung professional di Bali, dan juga luar Bali”, ujar Marcos.

 

Ada dua puluh petarung yang akan berlaga. Dua belas di antaranya adalah petarung profesional. Mereka adalah Yohanes, Arismawan, Jamus, Riswan, Ronal, Bagas, Marton, Goku Adi, Fahri, Sean, Ellang, dan Maruli. Sementara Artem, Adi, Bayu, Jemito, Laode, Baharuddin, Ali dan Rian, merupakan petarung semi profesional.

Baca Juga :  Skimming Lewat, Soceng Menghantui-- Kenali Pesan Berantai Pembobol Rekening

Hari ini mulai dari pukul 08.30 di GOR Segara Perancak Berawa, panitia melakukan klasifikasi timbang badan atau yang biasa disebut weight in. Tiap petarung pun diperhadapkan secara simbolis dengan masing-masing seterunya.

 

“Indonesia mempunyai banyak petarung andal. Saya sudah melihatnya. Mereka semua muda dan bertalenta. Mereka membutuhkan jam terbang. Mereka membutuhkan pengalaman. Dari mana petarung mendapatkan pengalaman? Dari events! Ya, yang mereka butuhkan adalah ajang pertarungan”, lanjut Marcos.

 

Adapun terkait kesiapan panitia untuk ajang pertarungan besok, Marcos menjelaskan bahwa semua sudah siap seratus persen. Sejumlah kendala sudah diatasi. “Ada persoalan klasik di tiap saya membuat event. Namun kami sudah mengatasinya”, kata Marcos.

 

Menurutnya, selama menjadi promotor Summer Fights, permasalahan utama dalam membuat event adalah perkara birokrasi. Sejumlah prosedur yang rumit dan kaku tak jarang membuat timnya kerepotan. Padahal dalam acara ini, Marcos seringkali mengeluarkan uang pribadi demi terselenggaranya acara ini.

 

Marcos pun lalu berpesan pada semua kalangan agar mendukung Summer Fights yang ia prakarsai. Sebab semua demi bangsa dan negara juga. “Saya butuh dukungan dari hati. Saya tidak bisa berjalan sendirian. Mari buktikan kepada dunia bahwa Indonesia mempunyai atlet-atlet terbaik yang sungguh luar biasa,” pungkasnya. MP